Merinding rasanya ketika diumumkan bahwa 4 siswa tidak lulus ujian nasional tahun 2009 lalu. Mengapa? Karena justru keempat siswa yang dinyatakan tidak lulus tersebut merupakan siswa-siswa yang prestasinya lumayan bagus sejak mereka mengikuti pembelajaran dari kelas X di sekolah ini. Apakah ada yang salah? Menurut pengamatan saya sebagai seorang guru yang mengajar kimia, salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional, banyak keganjilan-keganjilan :
1. Ketika dilaksanankan try out atau uji coba UN, banyak siswa yang tidak berhasil. Mereka hanya memperoleh nilai di kisaran 3,0 s.d. 4,50.
2. Prosentase keberhasilan try out merupakan kebalikan dari hasil Ujian nasional, artinya ketika try out yang lulus hanya 5%, tetapi setelah ujian nasional yang lulus menjadi 95%.
3. Para siswa yang prestasinya rendah sejak kelas X, yang nilai aslinya ada disekitar 2,0 s.d. 4,0 ketika ujian nasional mempunyai nilai diatas 8,5.
Lalu bagaimana dengan tugas saya sebagai seorang pendidik? Jika melihat prestasi yang meloncat tajam tentu saja merasa senang atas prestasi mereka. Tetapi melihat fakta beberapa siswa yang prestasi mereka sejak kelas X rata-rata bagus dan ternyata tidak lulus, saya merasa iba, prihatin dengan sistem kelulusan yang hanya ditentukan oleh hasil ujian nasional saja. Saya juga tidak yakin dengn nilai yang diperoleh para siswa. Bagaimana mungkin ketika mereka belajar dari kelas X, XI sampai XII ketika menempuh tes hanya memperoleh nilai asli 2,0 s.d. 5,0 kemudian mereka mengikuti ujian nasional dan memperoleh nilai 8,50 s.d. 9,8?
Mudah-mudahan hasil ujian nasional tahun ini tidak seperti tahun yang lalu, semoga !
Pusing Menyikapi Hasil Ujian Nasional
25 Maret, 2010 oleh wardoyo