Disadari atau tidak pelaksanaan Ujian Nasional baik di tingkat SD, SMP, SMA maupun SMK masih banyak dijumpai kecurangan-kecurangan. Banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi di lapangan tidak diketahui oleh masyarakat umum, karena memang tidak ada laporan resmi. Kecurangan yang terjadi dan diketahui publik umumnya merupakan hasil temuan pejabat ketika bersama-sama memantau pelaksanaan ujian nasional di lapangan.
Sudah saatnya para pelaksana dan penyelenggara ujian nasional di tingkat bawah sampai atas untuk mengeliminir segala bentuk kecurangan ini. Berikut adalah kemungkinan bentuk-bentuk kecurangan selama pelaksanaan ujian nasional :
1. Siswa menuliskan kunci jawaban di tembok kamar mandi/WC. Waspadai jika siswa peserta ujian nasional secara bergiliran minta ijin ke belakang !
2. Siswa menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan memanfaatkan HP untuk menerima sms kunci jawaban. Periksa dengan teliti satu persatu apakah peserta ujian membawa masuk HP ke ruang ujian (di tata tertib siswa dilarang bawa HP) biasanya siswa membawa 2 HP atau lebih.
3. Sekolah saling bekerja sama, dengan menginstruksikan agar pengawas ujian yang ditugaskan sebagai pengawas silang tidak terlalu ketat dalam tugas pengawasan, karyawan/panitia sekolah penyelenggara bisa/boleh meminjam naskah soal di ruang ujian.
4. Sekolah membuat tim sukses / bekerja sama dengan pihak luar mengerjakan soal ujian, membuat kunci dan menyebarkan melalui sms ke hp peserta ujian atau bentuk lain misal kunci jawaban disebarkan sebelum peserta memasuki ruang ujian. Sekolah memerintahkan pada siswa terpandai yang berada dalam ruang ujian untuk menyebarkan jawaban pada teman-temannya di ruangan tersebut.
Apakah guru profesional juga mendukung kecurangan semacam ini? Anda semua yang berhak untuk menjawab.
Waspadai Kecurangan dalam Ujian Nasional
25 Maret, 2010 oleh wardoyo